<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>denna writes for world</title>
	<atom:link href="http://faradienna.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://faradienna.wordpress.com</link>
	<description>break the rules! but don&#039;t be a fool</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Jan 2012 06:51:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='faradienna.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/30c6a99cdf289c2dd6bfda9e66e61d92?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>denna writes for world</title>
		<link>http://faradienna.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://faradienna.wordpress.com/osd.xml" title="denna writes for world" />
	<atom:link rel='hub' href='http://faradienna.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Membaca Adalah Kebutuhan, Bukan Selingan</title>
		<link>http://faradienna.wordpress.com/2009/08/15/membaca-adalah-kebutuhan-bukan-selingan/</link>
		<comments>http://faradienna.wordpress.com/2009/08/15/membaca-adalah-kebutuhan-bukan-selingan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2009 12:16:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faradienna</dc:creator>
				<category><![CDATA[dari denna]]></category>
		<category><![CDATA[pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja Islam]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faradienna.wordpress.com/?p=142</guid>
		<description><![CDATA[komunitasmuslim.com ”Buku adalah teman bicara yang tidak mendahuluimu. Ia teman bicara yang tidak memanggilmu ketika kamu bekerja. Ia teman bicara yang tidak memaksamu berdandan ketika menghadapinya. Ia teman hidup yang tidak menyanjungmu. Ia kawan yang tidak membosankan. Ia adalah penasihat yang tidak mencari-cari kesalahan.” (Ahmad bin Ismail) Kiranya, tak ada sedikit pun yang bisa saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faradienna.wordpress.com&amp;blog=8521749&amp;post=142&amp;subd=faradienna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>komunitasmuslim.com</p>
<p>”Buku adalah teman bicara yang tidak mendahuluimu. Ia teman bicara yang tidak memanggilmu ketika kamu bekerja. Ia teman bicara yang tidak memaksamu berdandan ketika menghadapinya. Ia teman hidup yang tidak menyanjungmu. Ia kawan yang tidak membosankan. Ia adalah penasihat yang tidak mencari-cari kesalahan.” (Ahmad bin Ismail)</p>
<p>Kiranya, tak ada sedikit pun yang bisa saya sangkal dari goresan mutiara di atas. Nyatanya, buku memang sumber ilmu, guru yang tak akan pernah berharap pamrih.</p>
<p>Dulu, saya pernah ditanyai oleh salah seorang redaktur, “Sudah berapa buku yang Anda baca hari ini?” Pertanyaan tersebut saya tafsirkan sebagai suatu perintah agar saya tidak meremehkan salah satu aktivitas ringan tapi penting, yakni membaca.</p>
<p>Memang, saya tak pernah merasa rugi ketika beradaptasi dengan lingkungan membaca. Yang lebih penting, saat kita malu atau enggan bertanya tentang sesuatu yang kita tidak tahu kepada seseorang, kita bisa mendapatkan jawabannya lewat membaca buku.</p>
<p>Di saat banyak orang sibuk ngerumpi sana-sini, bergosip ini-itu, membahas kapan gaji naik atau kapan tunjangan cair, membicarakan keburukan atau kekurangan orang lain, serta menggunjing hal-hal tak terpuji, kegiatan membaca menjadi suatu hiburan lain yang mampu menetralkan suasana.</p>
<p>Membaca apa pun, mulai kitab suci, buku, koran, hingga majalah. Membaca adalah media komunikasi antara kita dan diri kita. Jika perut lapar, kita penuhi keinginannya dengan asupan makanan. Kalau tubuh lelah, kita penuhi ia dengan mengistiratkannya. Namun, bila hati kita beku, membaca adalah salah satu solusi untuk menetralkan. “Bacalah dengan nama Tuhanmu. Bacalah dengan nama yang menciptakanmu.” (QS: Al-Alaq, 1-2). <span>Alkisah, ada seorang tukang becak. Dia tak bisa baca tulis alias buta huruf. Puluhan tahun dia menghidupi istri dan anak-anaknya dari hasil mengayuh becak. Meski demikian, salah seorang putranya ternyata mampu melanjutkan pendidikan tinggi setelah diterima di Akademi Militer di Magelang. Yang membanggakan, sang putra berhasil menyabet bintang Adhi Makayasa sebagai lulusan terbaik di kawah candradimuka para calon perwira itu.</p>
<p>Saat ditanya dari mana dia membiayai anaknya tersebut? “Bagaimana mungkin saya punya uang untuk menyekolahkannya? Wong saat anak saya masuk SMP saya bingung cari uang,” paparnya.</p>
<p>“Saya cuma berdoa memohon sama Gusti Allah agar kami sekeluarga diberi kemudahan dan ridha. Cuma itu thok karena saya nggak bisa doa panjang-panjang,” lanjutnya. Subhanallah. Saya tak melihat batas yang terbuka lebar antara doa dan membaca. Sebab, dalam doa terkandung permohonan yang diucapkan secara sungguh-sungguh.</p>
<p>Tukang becak itu mampu menerjemahkan bacaan tanpa teori meski dia tak mengenal aksara dengan doa. Dia percaya dengan kekuatan doa, kekuatan yang mengantarkan anaknya menjadi perwira muda. Meski bertahun-tahun hidup miskin dari hasil mengayuh becak, tak terhitung berapa kilometer yang dia kayuh, si tukang becak tersebut tak pernah lupa dengan sang Pencipta. Tiada lain, dia memfasilitasi kekurangannya dengan giat bekerja dan berdoa.</p>
<p>Bisa dibayangkan bagaimana raut tukang becak itu ketika melihat putranya dikalungi penghargaan tertinggi di Akademi Militer. Namun, dia ternyata tak berubah, tetap sama, masih bersahaja.</p>
<p>Suatu malam, ibu menelepon saya. Beliau menanyakan kabar saya karena lama tak bersua. Sembari menyelesaikan pekerjaan, saya berbincang ringan dengan beliau. Di akhir perbincangan kami, ibu sempat mengingatkan saya untuk selalu menjaga shalat. Tak lupa beliau minta dibelikan buku masakan. Saya langsung menyanggupinya. Sebuah permintaan yang wajar. Sebab, beliau sehari-hari berjualan kue dan makanan yang dititipkan di warung-warung dan kantin sekolah.</p>
<p>Di usia setengah abad, tubuh ibu kian kurus karena menderita diabetes. Meski demikian, semangat beliau dalam bekerja membantu keuangan keluarga kian menumpukkan rasa hormat saya. Lima buku masakan sekaligus saya paketkan ke rumah untuk ibu. Jika ibu saja masih mau membaca, tak ada alasan bagi saya untuk malas membaca. membaca yang begituan itu membuat semangat kerja jadi berlipat. Seperti menimba air untuk mandi dan mencuci, membaca menjadi suatu kebutuhan, bukan lagi selingan. (Eko Prasetyo)</p>
<p>Sumber Data : EraMuslim Online</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faradienna.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faradienna.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faradienna.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faradienna.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/faradienna.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/faradienna.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/faradienna.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/faradienna.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faradienna.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faradienna.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faradienna.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faradienna.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faradienna.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faradienna.wordpress.com/142/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faradienna.wordpress.com&amp;blog=8521749&amp;post=142&amp;subd=faradienna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faradienna.wordpress.com/2009/08/15/membaca-adalah-kebutuhan-bukan-selingan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea623698043f62265df6e0ad7d2d202d?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faradienna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Menjadi Percaya Diri ?</title>
		<link>http://faradienna.wordpress.com/2009/08/15/bagaimana-menjadi-percaya-diri/</link>
		<comments>http://faradienna.wordpress.com/2009/08/15/bagaimana-menjadi-percaya-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2009 11:49:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faradienna</dc:creator>
				<category><![CDATA[dari denna]]></category>
		<category><![CDATA[pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[cewek]]></category>
		<category><![CDATA[cowok]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faradienna.wordpress.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Gabungan 3M Dalam bahasa gaul harian, pede yang kita maksudkan adalah percaya diri. Semua orang sebenarnya punya masalah dengan istilah yang satu ini. Ada orang yang merasa telah kehilangan rasa kepercayaan diri di hampir keseluruhan wilayah hidupnya. Mungkin terkait dengan soal krisis diri, depresi, hilang kendali, merasa tak berdaya menatap sisi cerah masa depan, dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faradienna.wordpress.com&amp;blog=8521749&amp;post=140&amp;subd=faradienna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gabungan 3M</p>
<p>Dalam bahasa gaul harian, pede yang kita maksudkan adalah percaya diri. Semua orang sebenarnya punya masalah dengan istilah yang satu ini. Ada orang yang merasa telah kehilangan rasa kepercayaan diri di hampir keseluruhan wilayah hidupnya. Mungkin terkait dengan soal krisis diri, depresi, hilang kendali, merasa tak berdaya menatap sisi cerah masa depan, dan lain-lain. Ada juga orang yang merasa belum pede dengan apa yang dilakukannya atau dengan apa yang ditekuninya. Ada juga orang yang merasa kurang percaya diri ketika menghadapi situasi atau keadaan tertentu. Berdasarkan praktek hidup, kita bisa mengatakan bahwa yang terakhir itu normal dalam arti dialami oleh semua manusia.</p>
<p>Sebenarnya apa sih yang kita maksudkan dengan istilah pede itu? Kalau melihat ke literatur ilmiahnya, ada beberapa istilah yang terkait dengan persoalan pede ini. Di sini saya hanya ingin menyebutkan empat saja: <span> Self-concept: bagaimana Anda menyimpulkan diri anda secara keseluruhan, bagaimana Anda melihat potret diri Anda secara keseluruhan, bagaimana Anda mengkonsepsikan diri anda secara keseluruhan.</p>
<p>§ Self-esteem: sejauh mana Anda punya perasaan positif terhadap diri Anda, sejauhmana Anda punya sesuatu yang Anda rasakan bernilai atau berharga dari diri Anda, sejauh mana Anda meyakini adanya sesuatu yang bernilai, bermartabat atau berharga di dalam diri Anda</p>
<p>§ Self efficacy: sejauh mana Anda punya keyakinan atas kapasitas yang Anda miliki untuk bisa menjalankan tugas atau menangani persoalan dengan hasil yang bagus (to succeed). Ini yang disebut dengan general self-efficacy. Atau juga, sejauhmana Anda meyakini kapasitas anda di bidang anda dalam menangani urusan tertentu. Ini yang disebut dengan specific self-efficacy.</p>
<p>§ Self-confidence: sejauhmana Anda punya keyakinan terhadap penilaian Anda atas kemampuan Anda dan sejauh mana Anda bisa merasakan adanya “kepantasan” untuk berhasil. Self confidence itu adalah kombinasi dari self esteem dan self-efficacy (James Neill, 2005)</p>
<p>Berdasarkan itu semua, kita juga bisa membuat semacam kesimpulan bahwa kepercayaan-diri itu adalah efek dari bagaimana kita merasa (M1), meyakini (M2), dan mengetahui (M3). Orang yang punya kepercayaan diri rendah atau kehilangan kepercayaan diri memiliki perasaan negatif terhadap dirinya, memiliki keyakinan lemah terhadap kemampuan dirinya dan punya pengetahuan yang kurang akurat terhadap kapasitas yang dimilikinya. Ketika ini dikaitkan dengan praktek hidup sehari-hari, orang yang memiliki kepercayaan rendah atau telah kehilangan kepercayaan, cenderung merasa / bersikap sebagai berikut :</p>
<p>§      Tidak memiliki sesuatu  (keinginan, tujuan, target) yang diperjuangkan secara sungguh-sungguh</p>
<p>§      Tidak memiliki keputusan melangkah yang decissive (ngambang)</p>
<p>§      Mudah frustasi atau give-up ketika menghadapi masalah atau kesulitan</p>
<p>§      Kurang termotivasi untuk maju, malas-malasan atau setengah-setengah</p>
<p>§      Sering gagal dalam menyempurnakan tugas-tugas atau tanggung jawab (tidak  optimal)</p>
<p>§      Canggung dalam menghadapi orang</p>
<p>§      Tidak bisa mendemonstrasikan kemampuan berbicara dan kemampuan mendengarkan yang meyakinkan</p>
<p>§      Sering memiliki harapan yang tidak realistis</p>
<p>§      Terlalu perfeksionis</p>
<p>§      Terlalu sensitif (perasa)</p>
<p>Sebaliknya, orang yang kepercayaan diri bagus, mereka memiliki perasaan positif terhadap dirinya, punya keyakinan yang kuat atas dirinya dan punya pengetahuan akurat terhadap kemampuan yang dimiliki. Orang yang punya kepercayaan diri bagus bukanlah orang yang hanya merasa mampu (tetapi sebetulnya tidak mampu) melainkan adalah orang yang mengetahui bahwa dirinya mampu berdasarkan pengalaman dan perhitungannya.</p>
<p>Berbagai studi dan pengalaman telah menjelaskan bahwa kepercayaan diri seseorang terkait dengan dua hal yang paling mendasar dalam praktek hidup kita. Pertama, kepercayaan diri terkait dengan bagaimana seseorang memperjuangkan keinginannya untuk meraih sesuatu (prestasi atau performansi). Ini seperti dikatakan Mark Twin: “Apa yang Anda butuhkan untuk berprestasi adalah memiliki komitment yang utuh dan rasa percaya diri. “</p>
<p>Kedua, kepercayaan diri terkait dengan kemampuan seseorang dalam menghadapi masalah yang menghambat perjuangannya. Orang yang kepercayaan dirinya bagus akan cenderung berkesimpulan bahwa dirinya “lebih besar” dari masalahnya. Sebaliknya, orang yang punya kepercayaan diri rendah akan cenderung berkesimpulan bahwa masalahnya jauh lebih besar dari dirinya. Ini seperti yang diakui Mohammad Ali. “Satu-satunya yang membuat orang lari dari tantangan adalah lemahnya kepercayaan diri.”</p>
<p>Kesimpulan Bandura (Dr. Albert Bandura, 1994), menjelaskan bahwa self-efficacy yang bagus punya kontribusi besar terhadap motivasi seseorang. Ini mencakup antara lain: bagaimana seseorang merumukan tujuan atau target untuk dirinya, sejauh mana orang memperjuangkan target itu, sekuat apa orang itu mampu mengatasi masalah yang muncul, dan setangguh apa orang itu bisa menghadapi kegagalannya.</p>
<p>Tak hanya Bandura yang kesimpulan semacam itu. Pakar pendidikan juga punya kesimpulan yang bernada sama. Self-efficacy yang bagus akan menjadi penentu keberhasilan seseorang (pelajar) dalam menjalankan tugas. Mereka lebih punya kesiapan mental untuk belajar, lebih punya dorongan yang kuat untuk bekerja giat, lebih tahan dalam mengatasi kesulitan dan lebih mampu mencapai level prestasi yang lebih tinggi (Pajares &amp; Schunk, The Development of Achievement Motivation, San Diego: Academic Press, 2002.).</p>
<p>Sisi-sisi Negatif</p>
<p>Secara normal bisa dikatakan bahwa semua orang ingin memiliki kepercayaan diri yang tinggi atau kuat. Ini misalnya terkait dengan dua hal yang sudah kita bahas di muka. Hanya memang ada satu hal yang perlu kita waspadai bahwa ada beberapa sisi-sisi negatif di balik kepercayaan diri yang tinggi itu. Sisi-sisi negatif ini perlu kita kelola secara proporsional agar tidak membuahkan sikap dan perilaku yang merugikan atau merusak. Di antara sisi negatif itu adalah:</p>
<p>§ Arogansi. Kita merendahkan orang lain (looking down atau humiliate) karena merasa lebih tinggi atau lebih di atas. Arogansi seperti ini ditolak oleh semua tatanan nilai di dunia ini. Sah-sah saja kita merasa lebih dari orang lain tetapi yang paling penting di sini adalah jangan sampai kita memandang rendah orang lain, apalagi menghina baik dengan kata-kata maupun perbuatan.</p>
<p>§ Merasa paling benar sendiri dan tidak bisa menerima kebenaran milik orang lain. Terkadang memang ada alasan untuk merasa benar tetapi yang perlu kita waspadai adalah munculnya perasaan paling benar yang membuat kita menyimpulkan orang lain semua salah. Biarpun kita benar tetapi kalau kita merasa semua orang lain salah, ini bisa membuat kita salah.</p>
<p>§ Menolak opini orang lain / tidak bisa mendengarkan pendapat orang lain, saran orang lain, tidak mau mengambil pelajaran dari pengalaman orang lain atau keras kepala (stubbornness). Opini orang lain memang tidak semuanya perlu kita dengarkan tetapi juga tidak semuanya perlu ditolak. Ada hal-hal positif yang bisa kita ambil dari opini orang lain. Konon, salah satu faktor yang membuat para pengusaha ambruk setelah mengalami kejayaan adalah karena menolak mendengarkan opini orang lain, menolak belajar dari orang lain, bersikap fleksibel terhadap perubahan. Mereka menjadi orang yang tertutup oleh pengalaman kejayaannya selama ini.</p>
<p>§ Memiliki model komunikasi yang agresif, otoriter, bergaya memaksa atau tanpa empati. Model komunikasi demikian kerap menimbulkan kualitas hubungan yang kurang “sincere”, di samping juga lebih banyak mengundang konflik, perlawanan atau resistensi. Secara naluri, orang lain akan lebih nyaman bila didekati dengan model komunikasi yang empatik, asertif atau persuasif.</p>
<p>§ Kurang perhitungan terhadap bahaya potensial atau kurang perhatian terhadap hal-hal yang detail. Berani menghadapi tantangan, punya keyakinan yang tinggi atas kemampuan dalam mengatasi masalah atau berpikir “beyond the technique” itu memang positif dan dibutuhkan. Tetapi jika ini membuat kita terbiasa menyepelekan, menganggap enteng atau careless, sembrono, dan semisalnya, tentu membahayakan.</p>
<p>§ Kurang bisa mempercayai kapasitas orang lain atau terlalu perfeksionis dalam menilai orang lain. Tidak mudah mempercayai omongan orang lain atau tidak mudah mempercayai penjelasan orang lain atas kemampuannya sebelum ada bukti-bukti yang nyata, memang ini dibutuhkan. Ada kalanya kita tidak bisa 100% mempercayai orang lain. Tetapi akan jadi masalah jika kita tidak bisa mempercayai orang lain untuk semua hal, tidak bisa mendelegasikan pada orang lain untuk semua pekerjaan, selalu underestimate, selalu ingin menjadi “polisi” atas orang lain dan semisalnya, ini bisa menyusahkan diri sendiri.</p>
<p>§ Punya penilaian-diri yang “over”, mematok imbalan yang terlalu tinggi, menuntut diperlakukan secara terlalu idealis. Sah-sah saja kita punya penilaian diri yang setinggi langit sekali pun, mematok “harga” setinggi-tingginya, namun jika itu malah membuat hidup kita sempit, berarti kita perlu memunculkan pemikiran alternatif dan belajar menjadi fleksibel. Jangan sampai kita patah gara-gara kita terlalu keras. Jangan sampai pula kita tidak bisa membedakan antara tahu diri dan tidak tahu diri dalam praktek. Bedanya sangat tipis.</p>
<p>Sisi-sisi negatif yang saya sebutkan di atas mungkin bisa kita sebut dengan istilah “terlalu pede”. Ini juga berbeda dengan pede. Menurut kaidah yang berlaku dalam praktek hidup, sesuatu yang sudah terlalu, itu biasanya jelek dan dipandang jelek.</p>
<p>Membangun Kepercayaan diri</p>
<p>Bagi sebagian kita yang punya masalah seputar rendahnya kepercayaan-diri atau merasa telah kehilangan kepercayaan diri, mungkin Anda bisa menjadikan langkah-langkah berikut ini sebagai proses latihan:</p>
<p>1.        Menciptakan definisi diri positif.</p>
<p>Steve Chandler mengatakan, “Cara terbaik untuk mengubah sistem keyakinanmu adalah mengubah definisi dirimu.” Bagaimana menciptkan definisi diri positif. Di antara cara yang bisa kita lakukan adalah:</p>
<p>o Membuat kesimpulan yang positif tentang diri sendiri / membuat opini yang positif tentang diri sendiri. Positif di sini artinya yang bisa mendorong atau yang bisa membangun, bukan yang merusak atau yang menghancurkan.</p>
<p>o        Belajar melihat bagian-bagian positif / kelebihan / kekuatan yang kita miliki</p>
<p>o Membuka dialog dengan diri sendiri tentang hal-hal positif yang bisa kita lakukan, dari mulai yang paling kecil dan dari mulai yang bisa kita lakukan hari ini.</p>
<p>Selain itu, yang perlu dilakukan adalah menghentikan opini diri negatif yang muncul, seperti misalnya saya tidak punya kelebihan apa-apa, hidup saya tidak berharga, saya hanya beban masyarakat, dan seterusnya. Setelah kita menghentikan, tugas kita adalah menggantinya dengan yang positif, konstruktif dan motivatif. Ini hanya syarat awal dan tidak cukup untuk membangun kepercayaan diri.</p>
<p>2.        Memperjuangkan keinginan yang positif</p>
<p>Selanjutnya adalah merumuskan program / agenda perbaikan diri. Ini bisa berbentuk misalnya memiliki target baru yang hendak kita wujudkan atau merumuskan langkah-langkah positif yang hendak kita lakukan. Entah itu besar atau kecil, intinya harus ada perubahan atau peningkatan ke arah yang lebih positif. Semakin banyak hal-hal positif (target, tujuan atau keinginan) yang sanggup kita wujudkan, semakin kuatlah pede kita. Kita perlu ingat bahwa pada akhirnya kita hanya akan menjadi lebih baik dengan cara melakukan sesuatu yang baik buat kita. Titik. Tidak ada yang bisa mengganti prinsip ini.</p>
<p>3.        Mengatasi masalah secara positif</p>
<p>Pede juga bisa diperkuat dengan cara memberikan bukti kepada diri sendiri bahwa kita ternyata berhasil mengatasi masalah yang menimpa kita. Semakin banyak masalah yang sanggup kita selesaikan, semakin kuatlah pede. Lama kelamaan kita menjadi orang yang tidak mudah minder ketika menghadapi masalah. Karena itu ada yang mengingatkan, begitu kita sudah terbiasa menggunakan jurus pasrah atau kalah, ini nanti akan menjadi kebiasaan yang membuat kita seringkali bermasalah.</p>
<p>4.         Memiliki dasar keputusan yang positif.</p>
<p>Kalau dibaca dari praktek hidup secara keseluruhan, memang tidak ada orang yang selalu yakin atas kemampuannya dalam menghadapi masalah atau dalam mewujudkan keinginan. Orang yang sekelas Mahatma Gandhi saja sempat goyah ketika tiba-tiba realitas berubah secara tak terduga-duga. Tapi, Gandhi punya cara yang bisa kita tiru: “Ketika saya putus asa maka saya selalu ingat bahwa sepanjang sejarah, jalan yang ditempuh dengan kebenaran dan cinta selalu menang. Ada beberapa tirani dan pembunuhan yang sepintas sepertinya menang tetapi akhirnya kalah. Pikirkan ucapan saya ini, SELALU”. Artinya, kepercayaan Gandhi tumbuh lagi setelah mengingat bahwa langkahnya sudah dilandasi oleh prinsip-prinsip yang benar.</p>
<p>5.        Memiliki model / teladan yang positif</p>
<p>Yang penting lagi adalah menemukan orang lain yang bisa kita contoh dari sisi kepercayaan dirinya. Ini memang menuntut kita untuk sering-sering membuka mata melihat orang lain yang lebih bagus dari kita lalu menjadikannya sebagai pelajaran. Saking pentingnya peranan orang lain ini, ada yang mengatakan bahwa kita bisa memperbaiki diri dari dua hal: a) pengalaman pribadi (life experiencing) dan b) duplicating (mencontoh dan mempelajari orang lain). Buktikan! Selamat mencoba</p>
<p>Oleh  : Ubaydillah, AN<br />
sumber : www.e-psikologi.com<br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faradienna.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faradienna.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faradienna.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faradienna.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/faradienna.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/faradienna.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/faradienna.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/faradienna.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faradienna.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faradienna.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faradienna.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faradienna.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faradienna.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faradienna.wordpress.com/140/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faradienna.wordpress.com&amp;blog=8521749&amp;post=140&amp;subd=faradienna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faradienna.wordpress.com/2009/08/15/bagaimana-menjadi-percaya-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea623698043f62265df6e0ad7d2d202d?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faradienna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>8 Tips Sambut Ramadhan</title>
		<link>http://faradienna.wordpress.com/2009/08/15/8-tips-sambut-ramadhan/</link>
		<comments>http://faradienna.wordpress.com/2009/08/15/8-tips-sambut-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2009 11:40:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faradienna</dc:creator>
				<category><![CDATA[dari denna]]></category>
		<category><![CDATA[islami]]></category>
		<category><![CDATA[pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja Islam]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faradienna.wordpress.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Ramadhan yang penuh kelimpahan kebaikan dan keutamaan, akan dapat dirasakan dan diraih ketika ilmu tentang Ramadhan dipahami dengan baik. Bayangkan, para generasi awal Islam sangat merindukan bertemu dengan bulan suci ini. Mereka berdo’a selama enam bulan sebelum kedatangannya agar mereka dipanjangkan umurnya sehingga bertemu dengan Ramadhan. Saat Ramadhan tiba, mereka sungguh-sungguh meraih kebaikan dan keuataman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faradienna.wordpress.com&amp;blog=8521749&amp;post=138&amp;subd=faradienna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ramadhan yang penuh kelimpahan kebaikan dan keutamaan, akan dapat dirasakan dan diraih ketika ilmu tentang Ramadhan dipahami dengan baik.</p>
<p>Bayangkan, para generasi awal Islam sangat merindukan bertemu dengan bulan suci ini. Mereka berdo’a selama enam bulan sebelum kedatangannya agar mereka dipanjangkan umurnya sehingga bertemu dengan Ramadhan. Saat Ramadhan tiba, mereka sungguh-sungguh meraih kebaikan dan keuataman Ramadhan. Dan ketika mereka berpisah dengan Ramadhan, mereka berdo’a selama enam bulan setelahnya, agar kesungguhannya diterima Allah swt. Kerinduan itu ada pada diri mereka, karena mereka sadar dan paham betul keutamaan dan keistimewaan Ramadhan.</p>
<p>Bagaimana menyambut bulan Ramadhan? Berikut kami hadirkan “8 Tips Sambut Ramadhan” :</p>
<p>1. Berdoa agar Allah swt. memberikan umur panjang kepada kita sehingga kita berjumpa dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal: Puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan. Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadan.” (HR. Ahmad dan Tabrani)</p>
<p>2. Pujilah Allah swt. karena Ramadhan telah diberikan kembali kepada kita. Imam An Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata: ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah swt. kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan.</p>
<p>3. Bergembira dengan datangannya bulan Ramadhan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para sahabatnya setiap kali datang bulan Ramadhan: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).<span><br />
4. Rencanakan agenda kegiatan harian untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadhan. Ramadhan sangat singkat, karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah swt.</p>
<p>5. Kuatkan azam, bulatkan tekad untuk mengisi waktu-waktu Ramadhan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah swt., maka Allah swt. akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” Muhamad:21.</p>
<p>6. Pahami fiqh Ramadhan. Setiap mukmin wajib hukumnya beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadhan datang agar amaliyah Ramadhan kita benar dan diterima oleh Allah swt. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahu.” Al-Anbiyaa’ ayat 7.</p>
<p>7. Kondisikan qalbu dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs –pemberishan jiwa-. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental, dan jiwa kita siap untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah swt. di bulan Ramadhan.</p>
<p>8. Tinggalkan dosa dan maksiat. Isi Ramadhan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Lembaran baru kepada Allah, dengan taubat yang sebenarnya taubatan nashuha. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” An-Nur:31. Lembaran baru kepada Muhammad saw., dengan menjalankan sunnah-sunnahnya dan melanjutkan risalah dakwahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahim. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, “Manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.”</p>
<p>Semoga Allah swt. memanjangkan umur kita sehingga berjumpa dengan Ramadhan. Dan selamat meraih kebaikan-kebaikannya. Amin ya Rabbana. Allahu a’lam</p>
<p>Oleh: Ulis Tofa, Lc<br />
Sumber : www.dakwatuna.com</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faradienna.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faradienna.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faradienna.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faradienna.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/faradienna.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/faradienna.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/faradienna.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/faradienna.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faradienna.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faradienna.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faradienna.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faradienna.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faradienna.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faradienna.wordpress.com/138/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faradienna.wordpress.com&amp;blog=8521749&amp;post=138&amp;subd=faradienna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faradienna.wordpress.com/2009/08/15/8-tips-sambut-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea623698043f62265df6e0ad7d2d202d?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faradienna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Menghadapi Ujian Nasional</title>
		<link>http://faradienna.wordpress.com/2009/08/15/tips-menghadapi-ujian-nasional/</link>
		<comments>http://faradienna.wordpress.com/2009/08/15/tips-menghadapi-ujian-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2009 11:36:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faradienna</dc:creator>
				<category><![CDATA[dari denna]]></category>
		<category><![CDATA[pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[favorit denna]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja Islam]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faradienna.wordpress.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum menempuh ujian nasional penting bagi kamu untuk menentukan kesiapan dalam mengerjakan semua soal yang ada. Berikut ini ada 10 tips untuk membantu persiapan menghadapi ujian nasional : 1. Niatkan kamu ingin mengikuti Ujian Nasional dengan hasil kelulusan yang baik. Untuk itu belajarlah maksimal dengan latihan soal-soal yang berhubungan dengan UN. Jaga kesehatan jasmani dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faradienna.wordpress.com&amp;blog=8521749&amp;post=135&amp;subd=faradienna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum menempuh  ujian nasional  penting bagi kamu untuk menentukan kesiapan dalam mengerjakan semua soal yang ada.</p>
<p>Berikut ini ada 10 tips untuk membantu persiapan menghadapi ujian nasional :</p>
<p>1. Niatkan kamu ingin mengikuti Ujian Nasional dengan hasil kelulusan yang baik. Untuk itu belajarlah maksimal dengan latihan soal-soal yang berhubungan dengan UN. Jaga kesehatan jasmani dan rohani dengan makan teratur dan istirahat yang cukup serta banyak beribadah kepada Allah.</p>
<p>2. Pada hari UN datanglah dengan persiapan yang matang dan lebih awal.<br />
Sebelum meninggalkan rumah mintalah do&#8217;a dari kedua orang tuamu.<br />
Bawalah semua alat tulis yang kamu butuhkan, seperti pensil 2B, pulpen, penghapus,serutan, papan alas bila dibutuhkan .Usahakan kamu membawa pensil 2B lebih dari satu. Perlengkapan ini akan membantumu untuk tetap konsentrasi selama mengerjakan ujian.</p>
<p>3. Tenang dan percaya diri.<br />
Ingatkan dirimu bahwa kamu sudah siap sedia dan akan mengerjakan  soal-soal ujian dengan baik.</p>
<p>4. Mulailah dengan do&#8217;a<br />
Sebelum mengisi lembar jawab komputer (LJK) dan sebelum mulai mengerjakan soal, mintalah pertolongan Allah agar diberi kesehatan,kemudahan,ketenangan,kelancaran selama menempuh ujian nasional dan diberikan hasil yang baik.</p>
<p>5. Isilah LJK dengan teliti. Pastikan semua data yang kamu isi sudah benar.<br />
<span>5. Baca petunjuk pengerjaan soal yang ada dilembar soal yang kamu terima. Jawablah soal-soal ujian secara strategis.<br />
Mulailah dengan menjawab soal-soal yang kamu anggap mudah,baru kemudian dengan soal-soal yang dianggap sulit.</p>
<p>6. Ketika mengerjakan soal-soal, ketahuilah jawaban yang harus dipilih/ditebak.<br />
Mula-mula, abaikan jawaban yang menurut kamu salah. Tebaklah selalu satu pilihan jawaban yang menurut kamu benar. Jika yakin dengan jawaban pertamamu jangan menggantinya kecuali bila kamu yakin akan koreksi yang kamu lakukan.</p>
<p>7. Sisihkan sebagian waktumu untuk memeriksa ulang jawabanmu.<br />
Periksa jawabanmu, pastikan semua nomor sudah terisi, hindari keinginan untuk segera meninggalkan kelas segera setelah kamu menjawab semua soal-soal ujian.</p>
<p>8. Analisis strategi ujianmu.<br />
Setelah selesai ujian tak perlu membahas tentang pilihan jawaban yang sudah kamu isikan di LJK karena tidak akan merubah nilai yang kita peroleh bahkan bisa menimbulkan kecemasan bila banyak jawaban kamu yang salah.<br />
Yang perlu diperhatikan adalah strategi pengerjaan soal dan pengisian LJK. Bila pada ujian pertama ternyata strategi kamu salah misalnya dalam mengatur waktu atau memprioritaskan pengerjaan soal maka kamu perbaiki pada ujian selanjutnya.</p>
<p>9. Terakhir, setelah kamu berusaha maksimal dalam mengikuti ujian Nasional, kamu tinggal bertawakkal kepada Allah. Tak perlu cemas berlebihan akan ketidaklulusan karena itu tidak akan membantu apapun. Tingkatkan ibadah kepada Allah agar hati tetap tenang. Siapkan mental untuk menerima hasil UN. Kelulusan dengan hasil baik itu yang kita harapkan, namun kalaupun kita belum lulus tidak berarti akhir dari segalanya. Yakinlah pasti selalu ada jalan untuk memperbaiki, diantaranya dengan mengikuti ujian paket C.<br />
Semoga bermanfaat. (www.remajaislamcerdas.blogspot.com)</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faradienna.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faradienna.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faradienna.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faradienna.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/faradienna.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/faradienna.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/faradienna.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/faradienna.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faradienna.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faradienna.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faradienna.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faradienna.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faradienna.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faradienna.wordpress.com/135/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faradienna.wordpress.com&amp;blog=8521749&amp;post=135&amp;subd=faradienna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faradienna.wordpress.com/2009/08/15/tips-menghadapi-ujian-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea623698043f62265df6e0ad7d2d202d?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faradienna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Sukses Belajar</title>
		<link>http://faradienna.wordpress.com/2009/08/10/tips-sukses-belajar/</link>
		<comments>http://faradienna.wordpress.com/2009/08/10/tips-sukses-belajar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 14:27:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faradienna</dc:creator>
				<category><![CDATA[dari denna]]></category>
		<category><![CDATA[islami]]></category>
		<category><![CDATA[pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faradienna.wordpress.com/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kesuksesan dalam belajar, 4 hal diantaranya : 1. Niat Niat sangat besar perannya dalam mempengaruhi sukses tidaknya kita belajar. Niatkan bahwa kita belajar semata-mata untuk memenuhi kewajiban kita sebagai seorang muslim yaitu harus menuntut ilmu, jadi jadikan belajar sebagai bagian dari ibadah. Mulailah dengan membaca basmalah, Insya Alloh kita akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faradienna.wordpress.com&amp;blog=8521749&amp;post=131&amp;subd=faradienna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="color:#003300;">Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kesuksesan dalam belajar, 4  hal diantaranya :</p>
<p style="font-weight:bold;color:#003300;">1. Niat</p>
<p style="color:#003300;">Niat sangat besar perannya dalam mempengaruhi sukses tidaknya kita belajar. Niatkan bahwa kita belajar semata-mata untuk memenuhi kewajiban kita sebagai seorang muslim yaitu harus menuntut ilmu, jadi jadikan belajar sebagai bagian dari ibadah.</p>
<p style="color:#003300;">Mulailah dengan membaca <span style="font-style:italic;">basmalah, </span>Insya Alloh kita akan konsentrasi dalam belajar.</p>
<p style="color:#003300;"><span style="font-weight:bold;">2. </span><a style="font-weight:bold;" name="Lingkungan">Lingkungan</a><span style="font-weight:bold;"> Sekitar</span></p>
<p style="color:#003300;">Faktor lingkungan yang sangat berpengaruh terhadap kesuksesan belajar diantaranya : orang tua, guru dan teman, walaupun tentu saja kecerdasan kita sendiri sangat mempengaruhi kesuksesan dalam belajar. Namun karena hal tersebut adanya di dalam dan bukan faktor luar maka hal itu tidak disertakan dalam faktor lingkungan sekitar.</p>
<p style="color:#003300;">Peran orang tua dan guru sangat penting dalam pendidikan tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita mengembangkan sikap yang independen dan kreatif dalam proses belajar dan bukan hasil instan yang hanya berhasil bila ada pengawasan dari orang tua atau guru.<br />
Dan faktor lain yang perlu diperhatikan adalah dengan siapa kita bergaul. Carilah teman yang bisa memotivasi kita untuk bersaing dalam menuntut ilmu.</p>
<p style="color:#003300;"><span style="font-weight:bold;">3. </span><a style="font-weight:bold;" name="Sarana">Sarana</a><span style="font-weight:bold;"> Belajar</span></p>
<p style="color:#003300;">Buku-buku yang berkualitas di rumah, di perpustakaan sekolah, turut berperan dalam kesuksesan belajar kita terutama dalam pengembangan minat membaca.</p>
<p style="color:#003300;">Suasana tempat belajarpun akan mempengaruhi kenyamanan kita dalam belajar.</p>
<p style="color:#003300;">Hal lain yang cukup penting dalam proses belajar pada era teknologi ini adalah komputer dan koneksi internet. Begitu banyak informasi berkualitas yang gratis yang tersedia di internet yang dapat kita manfaatkan.</p>
<p style="color:#003300;"><span style="font-weight:bold;">4. </span><a style="font-weight:bold;" name="Cara">Cara</a><span style="font-weight:bold;"> Belajar</span></p>
<p style="color:#003300;">Cara belajar yang benar adalah dengan mempelajari bahan pelajaran secara bertahap, sedikit demi sedikit. Setiap kita memperoleh pelajaran maka jangan ditunda -tunda untuk mempelajarinya.<br />
Pada umumnya kita masih terbiasa dengan belajar pada saat-saat akhir, sehari sebelum ulangan. Tidak mengherankan bila prestasi belajarnya juga tidak terlalu baik.</p>
<p style="color:#003300;">Salah satu teknik membaca yang perlu diketahui adalah teknik membaca cepat. Dengan teknik ini kita diajarkan untuk membaca indek, daftar isi, judul dan sub judul dan membaca isinya secara cepat dengan hanya menggunakan mata dan jangan menggunakan bibir, dan membaca pertanyaan-pertanyaannya. Dalam waktu yang singkat, kita diharapkan telah mengetahui secara umum apa yang dibahas dalam buku tersebut.</p>
<p style="color:#003300;">Apa yang diajarkan teknik itu adalah agar kita segera mengetahui isi keseluruhan buku secara umum sehingga bila memerlukan untuk membacanya di lain waktu, kita telah mengetahui di buku mana dan bagian mana kita bisa membacanya kembali. Jadi jangan salah menilai bahwa setelah membaca cepat selesailah tugas kita membaca buku yang dimaksud.</p>
<p style="color:#003300;">Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita  dalam menuntut ilmu  dan mencari  Ridha-Nya&#8230; Amiin&#8230;</p>
<p style="color:#003300;">Semoga bermanfaat&#8230;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faradienna.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faradienna.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faradienna.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faradienna.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/faradienna.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/faradienna.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/faradienna.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/faradienna.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faradienna.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faradienna.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faradienna.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faradienna.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faradienna.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faradienna.wordpress.com/131/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faradienna.wordpress.com&amp;blog=8521749&amp;post=131&amp;subd=faradienna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faradienna.wordpress.com/2009/08/10/tips-sukses-belajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea623698043f62265df6e0ad7d2d202d?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faradienna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DIANTARA PENYEBAB CINTA YANG SALAH</title>
		<link>http://faradienna.wordpress.com/2009/08/10/diantara-penyebab-cinta-yang-salah/</link>
		<comments>http://faradienna.wordpress.com/2009/08/10/diantara-penyebab-cinta-yang-salah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 14:23:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faradienna</dc:creator>
				<category><![CDATA[dari denna]]></category>
		<category><![CDATA[islami]]></category>
		<category><![CDATA[pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja Islam]]></category>
		<category><![CDATA[cewek]]></category>
		<category><![CDATA[cowok]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faradienna.wordpress.com/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[Penyebab utama terjadinya cinta yang salah ini adalah karena Fudlulu An-Nadhor (banyak memandang), maksud dari pada banyak memandang adalah melepaskan pandangan kepada sesuatu dengan sepenuh mata dan memandang kepada apa yang tidak halal untuk di pandang. Allah Ta&#8217;ala berfirman: “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faradienna.wordpress.com&amp;blog=8521749&amp;post=128&amp;subd=faradienna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penyebab utama terjadinya cinta yang salah ini adalah karena Fudlulu An-Nadhor (banyak memandang), maksud dari pada banyak memandang adalah melepaskan pandangan kepada sesuatu dengan sepenuh mata dan memandang kepada apa yang tidak halal untuk di pandang.</p>
<p>Allah Ta&#8217;ala berfirman: “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya.”(Q.S.An-Nur:30-31)</p>
<p>Dari Abu Hurairah -Radhiallahu Anhu , dari Rasulullah -Shallallahu &#8216;Alaihi Wa &#8216;Ala alihi Wa Sallam bersabda: “Telah di tetapkan kepada manusia bagiannya dari perzinahan, ia pasti melakukan hal itu. Kedua mata zinanya adalah memandang, kedua telinga zinanya adalah mendengar, lidah zinanya adalah berbicara, tangan zinanya adalah memukul (meraba), kaki zinanya adalah melangkah, hati berkeinginan dan berangan-angan, dan yang membenarkan atau menggagalkan semua itu adalah kemaluan.”(HR.Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Ahmad)<br />
<span>Dari Jarir -Radhiallahu Anhu berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa &#8216;Ala alihi Wa Sallam tentang pandangan yang tiba-tiba (tidak sengaja), Beliau Shallallahu &#8216;Alaihi Wa &#8216;Ala alihi Wa Sallam menjawab: Alihkan pandanganmu.(HR.Muslim, At-Tirmidzi, Ad-Darimy dan Ahmad)</p>
<p>Oleh : Abdullah Saleh Hadrami</p>
<p>(c) Hak cipta 2008 &#8211; Hatibening.com  ( www.kajianislam.com )<br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faradienna.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faradienna.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faradienna.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faradienna.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/faradienna.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/faradienna.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/faradienna.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/faradienna.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faradienna.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faradienna.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faradienna.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faradienna.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faradienna.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faradienna.wordpress.com/128/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faradienna.wordpress.com&amp;blog=8521749&amp;post=128&amp;subd=faradienna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faradienna.wordpress.com/2009/08/10/diantara-penyebab-cinta-yang-salah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea623698043f62265df6e0ad7d2d202d?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faradienna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jilbab Gaul vs Jilbab Syar&#8217;i</title>
		<link>http://faradienna.wordpress.com/2009/08/10/jilbab-gaul-vs-jilbab-syari/</link>
		<comments>http://faradienna.wordpress.com/2009/08/10/jilbab-gaul-vs-jilbab-syari/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 14:18:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faradienna</dc:creator>
				<category><![CDATA[dari denna]]></category>
		<category><![CDATA[islami]]></category>
		<category><![CDATA[pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja Islam]]></category>
		<category><![CDATA[cewek]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faradienna.wordpress.com/?p=126</guid>
		<description><![CDATA[Jilbab. Everybody knows it. Benda yang menutup kepala ini sering juga disebut tudung, kudung, kerudung, etc. Nowadays, sering kita melihat muslimah berjilbab—di sekolah, di kampus, di pasar and in other public places. It means, jilbab bukan barang asing lagi bagi masyarakat. Bandingkan dengan kondisi jilbab 10 years ago or exactly during pemerintahan presiden Soeharto. Bukankah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faradienna.wordpress.com&amp;blog=8521749&amp;post=126&amp;subd=faradienna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jilbab. Everybody knows it. Benda yang menutup kepala ini sering juga disebut tudung, kudung, kerudung, etc. Nowadays, sering kita melihat muslimah berjilbab—di sekolah, di kampus, di pasar and in other public places. It means, jilbab bukan barang asing lagi bagi masyarakat. Bandingkan dengan kondisi jilbab 10 years ago or exactly during pemerintahan presiden Soeharto. Bukankah kita sulit menemui muslimah berjilbab? Saat itu muslimah memang tidak diberi kebebasan (baca: dilarang) untuk mengenakan jilbab terutama di sekolah, di kampus, di instansi pemerintahan, etc. (Duuh…sedih ya, katanya ini negeri muslim, tapi orang islamnya sendiri ‘terjajah’?)</p>
<p>Ketika reformasi (apa ‘repot nasi’?) datang, the freedom to use jilbab, akhirnya dapat kita peroleh—dengan serangkaian perjuangan yang panjang tentunya. Jilbaber (muslimah berjilbab) pun sudah tidak memandang golongan lagi. Mulai dari pelajar, mahasiswa, guru, pegawai pemerintahan, ibu-ibu pejabat yang terhormat, hingga para selebritis pun ‘rame-rame’ pake jilbab.</p>
<p>But, sahabat2, jika kita perhatikan, dibalik semaraknya penggunaan jilbab saat ini, ada sesuatu yang ‘mengerikan’ (Oow…apa itu?). Ada ‘penurunan kualitas’ jilbab saat ini. Jika dulu, muslimah yang berjilbab tidak banyak namun insyaAllah berjilbab dengan benar sesuai dengan syari’at, maka sekarang sebaliknya. Muslimah yang berjilbab banyak, namun jilbabnya belum sesuai dengan syari’at.</p>
<p>Betapa sering kita melihat muslimah yang kepalanya tertutup—bahkan seluruh tubuhnya, namun auratnya malah semakin nampak. Jilbabnya transparan, pendek, lalu diikatkan ke leher. Jilbab with this style is called Jilbab Gaul.</p>
<p>JILBAB GAUL itu…</p>
<p>Jilbab Gaul in Abu Al-Ghifari’s view dalam bukunya Kudung Gaul, Berjilbab Tapi Telanjang, defined as jilbab yang masih menampakkan aurat sebab ukurannya yang teramat pendek, tipis transparan dan dililitkan ke leher sehingga dadanya nampak. Mengapa disebut ‘Jilbab Gaul’? Berhubung jilbab sudah menjadi trend dalam pergaulan, maka supaya disebut gaul dan trendy, dipakailah jilbab jenis ini, dan karena alasan berjilbabnya pun hanya untuk ‘gaul’ maka disebutlah jilbab ini sebagai jilbab gaul.</p>
<p>Pengguna jilbab like that usually uses kaos/kemeja/baju yang ketat dan dipadukan dengan celana (biasanya jeans) yang super ketat pula. Sehingga lekuk tubuh dari muslimah ini terlihat dengan jelas.</p>
<p>Jilbab semacam ini adalah jilbab yang tidak syar’i. In other words tidak sesuai dengan apa yang Allah tetapkan atasnya.</p>
<p><span>Lalu, bagaimana dengan Jilbab Syar’i?</p>
<p>Allah telah menjelaskannya dalam surah An-Nur ayat 31:</p>
<p>&#8220;Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya dan janganlah menampakkan perhiasannya…&#8221;</p>
<p>Dengan demikian jilbab yang syar’i mesti terhulur sampai ke dada, hingga tidak ada sesuatu yang terlihat, erm…’menonjol’ daripadanya.</p>
<p>Jilbab syar’i mesti dipadukan dengan pakaian yang syar’i pula. Pakaian yang syar’i salah satu cirinya adalah tidak menampakkanbentuk tubuh. Adalah sia-sia if seorang muslimah covers her head but the clothes she uses masih menampakkan aurat—transparan, ketat ‘mencetak’ sehingga lekuk2 tubuhnya terlihat.</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda: &#8220;Dari ‘Aisyah ra bahwasanya Asma binti Abu Bakar ke tempat Rasulullah dan dia (Asma) memakai pakaian tipis. Maka Rasulullah berpaling seraya bersabda, ‘Hai Asma, sesungguhnya apabila perempuan telah dewasa, tidak menampakkan sesuatu darinya kecuali ini dan ini’, sambil Rasulullah menunjukkan muka dan telapak tangan hingga pergelangan tangan.&#8221; (HR. Abu Dawud)</p>
<p>Kalaulah sekarang ini kita sering menjumpai muslimah dengan style jilbab gaul, maka hakikatnya muslimah tersebut belum menutup aurat.</p>
<p>Memang, disisi lain kita patut bersyukur dengan perkembangan jilbab saat ini. Juga bersykur karena kita mendapatkan kebebasan untuk menggunakannya everywhere. Namun, kebebasan ini bukan berarti &#8220;suka-suka gue&#8221;. Jilbab adalah perintah Allah dan Allah pula telah menetapkan aturan-aturannya.</p>
<p>How beautiful seandainya seluruh muslimah berjilbab dengan benar dan pakaiannya dapat menutup aurat dengan sempurna. Jilbab yang panjang, yang terhulur hingga ke dada bukanlah penghalang bagi muslimah dalam beraktivitas (sering kita dengar alasan seperti itu).</p>
<p>Sesungguhnya peraturan yang Allah tetapkan itu semuanya demi kebaikan kita. Dengan segala KemahatahuanNya, Allah turunkan perhiasan (pakaian) terbaik bagi muslimah yang dengannya terlindunglah kita dari berbagai fitnah. Maka, ketika seorang muslimah break the rules atau lari dari ketentuanNya, hakikatnya dia sedang mencelakakan dirinya sendiri.</p>
<p>Wahai muslimah, mari sempurnakan cara menutup aurat kita, syukuri kebebasan berjilbab saat ini dengan menggunakan jilbab syar’i dan tinggalkan jilbab gaul itu.</p>
<p>Sumber : zein.blogsome.com<br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faradienna.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faradienna.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faradienna.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faradienna.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/faradienna.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/faradienna.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/faradienna.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/faradienna.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faradienna.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faradienna.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faradienna.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faradienna.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faradienna.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faradienna.wordpress.com/126/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faradienna.wordpress.com&amp;blog=8521749&amp;post=126&amp;subd=faradienna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faradienna.wordpress.com/2009/08/10/jilbab-gaul-vs-jilbab-syari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea623698043f62265df6e0ad7d2d202d?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faradienna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hari Ini, Kemarenn.. :) :( ?</title>
		<link>http://faradienna.wordpress.com/2009/08/10/hari-ini-kemarenn/</link>
		<comments>http://faradienna.wordpress.com/2009/08/10/hari-ini-kemarenn/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 09:21:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faradienna</dc:creator>
				<category><![CDATA[curhatku]]></category>
		<category><![CDATA[dari denna]]></category>
		<category><![CDATA[my life]]></category>
		<category><![CDATA[cewek sinting]]></category>
		<category><![CDATA[someone]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faradienna.wordpress.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[Kemaren.. Ya Allah.. Terimakasih.. Hamba tidak menjadi penunggu buku tamu.. Alhamdulillah.. Lega deh. Gue pake pakaian yang kemaren dipake di akad nikah sodara gue itu. Pakaian kembaran satu keluarga.. Besok lebaran kayaknya mo dipake lagee.. Huahh.. Kompak duech. By the way, yang jadi buku tamu ternyata adek gue, Alya. Hah!! Untung dah bukan gue. Hmm.. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faradienna.wordpress.com&amp;blog=8521749&amp;post=122&amp;subd=faradienna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemaren.. Ya Allah.. Terimakasih.. Hamba tidak menjadi penunggu buku tamu.. Alhamdulillah.. Lega deh. <img title="http://emo.huhiho.com" src="http://emo.huhiho.com/set/onion/88.gif" border="0" alt="http://emo.huhiho.com" width="50" height="50" /></p>
<p>Gue pake pakaian yang kemaren dipake di akad nikah sodara gue itu. Pakaian kembaran satu keluarga.. Besok lebaran kayaknya mo dipake lagee.. Huahh.. Kompak duech.</p>
<p><em>By the way</em>, yang jadi buku tamu ternyata adek gue, Alya. Hah!! Untung dah bukan gue. <img title="http://emo.huhiho.com" src="http://emo.huhiho.com/set/onion/54.gif" border="0" alt="http://emo.huhiho.com" width="50" height="50" /></p>
<p>Hmm.. Seperti resepsi pada umumnya, datang, ucap selamat, makan. Yaa.. Resepsi kemaren kurang lebih kaya gitu. <img title="http://emo.huhiho.com" src="http://emo.huhiho.com/set/onion/64.gif" border="0" alt="http://emo.huhiho.com" width="50" height="50" /></p>
<p>Asyiknyaaa&#8230; Yap yap yap! Seperti yang kemaren gue bilang, gue ketemu diaaaa! Hahahaha.. Senang deh.. [Buat yg ngrasa, maap yakh, uda ngefans sama dirimuu.. <img title="http://emo.huhiho.com" src="http://emo.huhiho.com/set/littlegirls/63.gif" border="0" alt="http://emo.huhiho.com" width="80" height="80" />] Huahuahuahua&#8230;</p>
<p>Tapi pokoknyaaa.. Gue seneeng banget!! Bisa ketemu sama dia.. Hmm.. Walopun dia udah ada yang punyaa&#8230; <img title="http://emo.huhiho.com" src="http://emo.huhiho.com/set/littlegirls/2.gif" border="0" alt="http://emo.huhiho.com" width="74" height="72" /></p>
<p>Gue liat sendiri poto cewenyaahhh.. Yaaa&#8230; Apa dayaa.. Gue kan bukan siapa-siapa.. <em>Big girl don&#8217;t cry, Denna! Life&#8217;s goes on.. Huhh..</em> <em>Smilee..</em> <img title="http://emo.huhiho.com" src="http://emo.huhiho.com/set/onion/117.gif" border="0" alt="http://emo.huhiho.com" width="50" height="50" /></p>
<p>Hari ini, gue main Truth or Dare bareng ma temen-temen.. Anggo, Dydy, Algo, Ants, Clara, Catrin.. Huhh.. Asyik sih.. Tapi waktu giliran Dydy, dia nanya ke gue, siapa sebenernya yang lagi gue taksir. <em>Oh, God! Crap! <img title="http://emo.huhiho.com" src="http://emo.huhiho.com/set/onion/39.gif" border="0" alt="http://emo.huhiho.com" width="50" height="50" /> </em> Udah gitu di situ ada si Marty lagi! Ya gue jawab jujur seh, gue lagi naksir ma T.. Hmm.. Ternyata ngakuin hal itu gak begitu sulit seperti yang gue kira. Apalagi, yang denger pengakuan gue itu cuma Anggo ma Dydy! Ya Allah.. Engkau telah menyelamatkan hambaMu ini sekali lagi.. <img title="http://emo.huhiho.com" src="http://emo.huhiho.com/set/onion/61.gif" border="0" alt="http://emo.huhiho.com" width="50" height="50" /></p>
<p>Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, seperti permainan Truth or Dare yang biasanya, cukup memalukan. Kebanyakan tentang siapa naksir siapa. Yaa.. Cinta-cintaan gituu deech.. Tantangan juga.. Asyik n&#8217; bikin ketawa ngakak. Hahahaha..!! Liat Anggo bilang &#8220;I LOVE YOU, XXXX!&#8221; di depan kelas tanpa sepatu lumayan menghibur.. <img title="http://emo.huhiho.com" src="http://emo.huhiho.com/set/onion/56.gif" border="0" alt="http://emo.huhiho.com" width="50" height="50" /> Huakakaka&#8230; Moga besok pagi bisa maen lagi deh.</p>
<p>Tapi tantangan dari gue buat Anggo, belum dilakuin juga. Awas ya lo, gue tunggu ampe lo lakuin tuh tantangan!! Awass ajja kalo gak lo lakuin&#8230; <img title="http://emo.huhiho.com" src="http://emo.huhiho.com/set/littlegirls/40.gif" border="0" alt="http://emo.huhiho.com" width="80" height="80" /></p>
<p>Hmm.. Hari ini melelahkan jugaa.. Tadi gue berusaha sekuat tenaga menahan kantuk waktu pelajaran Ekonomi. Terus, hari ini, untuk yang pertama kalinya di kelas 9, gue berangkat pagi!! YeeHaa!! <img title="http://emo.huhiho.com" src="http://emo.huhiho.com/set/onion/38.gif" border="0" alt="http://emo.huhiho.com" width="50" height="50" /> Hebat dah guee..!!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faradienna.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faradienna.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faradienna.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faradienna.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/faradienna.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/faradienna.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/faradienna.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/faradienna.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faradienna.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faradienna.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faradienna.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faradienna.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faradienna.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faradienna.wordpress.com/122/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faradienna.wordpress.com&amp;blog=8521749&amp;post=122&amp;subd=faradienna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faradienna.wordpress.com/2009/08/10/hari-ini-kemarenn/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea623698043f62265df6e0ad7d2d202d?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faradienna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://emo.huhiho.com/set/onion/88.gif" medium="image">
			<media:title type="html">http://emo.huhiho.com</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://emo.huhiho.com/set/onion/54.gif" medium="image">
			<media:title type="html">http://emo.huhiho.com</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://emo.huhiho.com/set/onion/64.gif" medium="image">
			<media:title type="html">http://emo.huhiho.com</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://emo.huhiho.com/set/littlegirls/63.gif" medium="image">
			<media:title type="html">http://emo.huhiho.com</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://emo.huhiho.com/set/littlegirls/2.gif" medium="image">
			<media:title type="html">http://emo.huhiho.com</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://emo.huhiho.com/set/onion/117.gif" medium="image">
			<media:title type="html">http://emo.huhiho.com</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://emo.huhiho.com/set/onion/39.gif" medium="image">
			<media:title type="html">http://emo.huhiho.com</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://emo.huhiho.com/set/onion/61.gif" medium="image">
			<media:title type="html">http://emo.huhiho.com</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://emo.huhiho.com/set/onion/56.gif" medium="image">
			<media:title type="html">http://emo.huhiho.com</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://emo.huhiho.com/set/littlegirls/40.gif" medium="image">
			<media:title type="html">http://emo.huhiho.com</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://emo.huhiho.com/set/onion/38.gif" medium="image">
			<media:title type="html">http://emo.huhiho.com</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Besok Resepsi Tempat Sodara!</title>
		<link>http://faradienna.wordpress.com/2009/08/09/besok-resepsi-tempat-sodara/</link>
		<comments>http://faradienna.wordpress.com/2009/08/09/besok-resepsi-tempat-sodara/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2009 17:34:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faradienna</dc:creator>
				<category><![CDATA[curhatku]]></category>
		<category><![CDATA[dari denna]]></category>
		<category><![CDATA[my life]]></category>
		<category><![CDATA[anak insomnia]]></category>
		<category><![CDATA[cewek sinting]]></category>
		<category><![CDATA[someone]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faradienna.wordpress.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Huuffgght. Capek duech. Besok harus berangkat resepsi tempat sepupu. Jadi yang nungguin buku tamu pula! Moga gak jadi, amin yaa robbal &#8216;aalamiin&#8230; Gue paling benci yang namanya dandan! Sumpee dee.. Risih tau! Gue seh sebenernya rela-rela aja berangkat ke resepsi sodara gue itu. Cumaan&#8230; Mending gak berangkat daripada harus make make up tebel kaya tante-tante [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faradienna.wordpress.com&amp;blog=8521749&amp;post=119&amp;subd=faradienna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Huuffgght. Capek duech. Besok harus berangkat resepsi tempat sepupu. Jadi yang nungguin buku tamu pula! Moga gak jadi, amin yaa robbal &#8216;aalamiin&#8230; <img title="http://emo.huhiho.com" src="http://emo.huhiho.com/set/onion/73.gif" border="0" alt="http://emo.huhiho.com" width="50" height="50" /></p>
<p>Gue paling benci yang namanya dandan! Sumpee dee.. Risih tau! Gue seh sebenernya rela-rela aja berangkat ke resepsi sodara gue itu. Cumaan&#8230; Mending gak berangkat daripada harus make make up tebel kaya tante-tante gitu! <em>Yuck!</em> <img title="http://emo.huhiho.com" src="http://emo.huhiho.com/set/onion/77.gif" border="0" alt="http://emo.huhiho.com" width="50" height="50" /></p>
<p>Apalagi kalo emang gue beneran yang nungguin buku tamu [penunggu?? hiii]! Bikin imej tercemarrr!! Tidaaakkk!!! [Haiah, lebee] Tapi gue bener-bener gak sudiiii! [I'm sorry I can't be perfect, mommaa.. huahua] Gue benci menjadi terlalu feminin! Tapi bukan berarti gue kelainan looh.. Gue cuma gak suka aja kecentilan begonooo.. Tapi itu bukan berarti gue juga tomboy lhoo.. <img title="http://emo.huhiho.com" src="http://emo.huhiho.com/set/onion/68.gif" border="0" alt="http://emo.huhiho.com" width="50" height="50" /> Gini-gini gue masih cewek tulen! <em>But</em>.. Ya itu tadi.. Gue benci jadi cewek kecentilan! Gue kan masih kecil! Masa gue harus berkutat ma segala jenis merek make up di umur gue yang baru 14 tahun lebih satu bulan?! <em>No, thanks.</em></p>
<p>Ughh.. Apalagee make up itu kan banyak mengandung zat-zat kimia yang berbahaya! [Sok teu skalee gue]</p>
<p>Hmm&#8230; Tapi di samping itu semuaa.. Gue seneng banget!! Besok gue bisa ketemu lagi sama diaa [aku cintaa diaa.. huakaka, gak dinx, ngefans doank koq]</p>
<p>Yayyy!! Asyikkk!!!</p>
<p>Dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia dia diaaaaaaa&#8230;&#8230;.. Selamanyaaaaaa&#8230;.. <img title="http://emo.huhiho.com" src="http://emo.huhiho.com/set/onion/92.gif" border="0" alt="http://emo.huhiho.com" width="50" height="50" /></p>
<p>Ahh, lebee nya keluar agy dah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faradienna.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faradienna.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faradienna.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faradienna.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/faradienna.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/faradienna.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/faradienna.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/faradienna.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faradienna.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faradienna.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faradienna.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faradienna.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faradienna.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faradienna.wordpress.com/119/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faradienna.wordpress.com&amp;blog=8521749&amp;post=119&amp;subd=faradienna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faradienna.wordpress.com/2009/08/09/besok-resepsi-tempat-sodara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea623698043f62265df6e0ad7d2d202d?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faradienna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://emo.huhiho.com/set/onion/73.gif" medium="image">
			<media:title type="html">http://emo.huhiho.com</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://emo.huhiho.com/set/onion/77.gif" medium="image">
			<media:title type="html">http://emo.huhiho.com</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://emo.huhiho.com/set/onion/68.gif" medium="image">
			<media:title type="html">http://emo.huhiho.com</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://emo.huhiho.com/set/onion/92.gif" medium="image">
			<media:title type="html">http://emo.huhiho.com</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Confusing :&#8217;( ?</title>
		<link>http://faradienna.wordpress.com/2009/08/08/confusing/</link>
		<comments>http://faradienna.wordpress.com/2009/08/08/confusing/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2009 15:37:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faradienna</dc:creator>
				<category><![CDATA[curhatku]]></category>
		<category><![CDATA[dari denna]]></category>
		<category><![CDATA[my life]]></category>
		<category><![CDATA[cewek sinting]]></category>
		<category><![CDATA[favorit denna]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faradienna.wordpress.com/?p=114</guid>
		<description><![CDATA[[Harap diingat: semua nama sudah disamarkan] Haduuh.. Semuanya membingungkan! Ada G, ada T, ada N, ada SZ&#8230; Pussingg. Mumet banget dah.. Aku emang cuma anak esempe kelasz 9, tapi koq udah punya kisah cinta yang membingungkan begindangg?? Huhh. Hmm.. Tapi tetep ajaa.. Semuanya gak mungkin terwujud. Aku gak mau pacaran. ANTI. Aku hanya bisa mencintai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faradienna.wordpress.com&amp;blog=8521749&amp;post=114&amp;subd=faradienna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>[Harap diingat: semua nama sudah disamarkan] <img title="http://emo.huhiho.com" src="http://emo.huhiho.com/set/onion/118.gif" border="0" alt="http://emo.huhiho.com" width="50" height="50" /></p>
<p>Haduuh.. Semuanya membingungkan! Ada G, ada T, ada N, ada SZ&#8230; Pussingg. Mumet banget dah.. Aku emang cuma anak esempe kelasz 9, tapi koq udah punya kisah cinta yang membingungkan begindangg?? Huhh. <img title="http://emo.huhiho.com" src="http://emo.huhiho.com/set/onion/103.gif" border="0" alt="http://emo.huhiho.com" width="50" height="50" /></p>
<p>Hmm.. Tapi tetep ajaa.. Semuanya gak mungkin terwujud. Aku gak mau pacaran. ANTI. Aku hanya bisa mencintai dalam hati, haiahh.. Bahasanyaakk&#8230; Huahua..</p>
<p>Huffghh.. Tapi masalah ini ganggu juga. Padahal aku udah mau ujiannn!! Ugh. Helepp miihh..!! <img title="http://emo.huhiho.com" src="http://emo.huhiho.com/set/onion/89.gif" border="0" alt="http://emo.huhiho.com" width="50" height="50" /></p>
<p>Akuuu gak mauu jatuh cintaa!! Untuk sekarang setidaknya. Huuuffgg. <img title="http://emo.huhiho.com" src="http://emo.huhiho.com/set/onion/74.gif" border="0" alt="http://emo.huhiho.com" width="50" height="50" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faradienna.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faradienna.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faradienna.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faradienna.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/faradienna.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/faradienna.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/faradienna.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/faradienna.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faradienna.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faradienna.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faradienna.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faradienna.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faradienna.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faradienna.wordpress.com/114/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faradienna.wordpress.com&amp;blog=8521749&amp;post=114&amp;subd=faradienna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faradienna.wordpress.com/2009/08/08/confusing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea623698043f62265df6e0ad7d2d202d?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faradienna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://emo.huhiho.com/set/onion/118.gif" medium="image">
			<media:title type="html">http://emo.huhiho.com</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://emo.huhiho.com/set/onion/103.gif" medium="image">
			<media:title type="html">http://emo.huhiho.com</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://emo.huhiho.com/set/onion/89.gif" medium="image">
			<media:title type="html">http://emo.huhiho.com</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://emo.huhiho.com/set/onion/74.gif" medium="image">
			<media:title type="html">http://emo.huhiho.com</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
